Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Membuat Warnet Diskless Menggunakan CCBoot

Jika warnet game online kalian masih menggunakan mode lokal atau virtual. Sekarang sudah saatnya untuk beralih ke mode diskless. Keuntungan menggunakan mode diskless adalah hemat waktu dan mudah ketika melakukan maintenance. Meskipun di mode lokal atau virtual kita juga bisa memakai server untuk menyimpan data gamenya. Tapi untuk setting sistem operasinya tetap kita harus install atau ghost satu per satu di PC Client. Belum lagi kita harus memasang beberapa aplikasi wajibnya. Nah, di mode diskless kita cukup pasang aplikasi yang kita butuhkan di salah satu PC Client nanti secara otomatis di semua PC Client yang lain akan mengikuti.

Gambar 1 Teranet Game Online Diskless Mode
Gambar 1

Karena saya saat ini menggunakan CCBoot untuk sistem diskless. Jadi saya hanya menjelaskan bagaimana cara membuat warnet diskless menggunakan CCBoot. Yang harus kita persiapkan sebelum membuat sistem diskless adalah spesifikasi PC Server harus support dengan server diskless dan jaringan lan harus gigabit. Berikut ini minimum spesifikasi hardware PC Server yang disarankan :
  1. Processor :Dual Core atau diatasnya. Amd atau Intel.
  2. Motherboard : Memiliki port sata minimal 4 port. Rekomendasi 6 Gbps.
  3. Ram : Minimum 8GB. Gunakan ram dual channel. Kit lebih bagus.
  4. 1 Hardisk GB dan minimal 3 SSD. Hardisk untuk OS Server. SSD untuk game disk, image, dan writeback.
    1 Hardisk 250GB untuk OS PC Server.
    2 SSD 250GB untuk image dan writeback.
    1 SSD 500GB untuk game disk.
    Format semua hardisk dan SSD dengan 32K allocation.
Untuk jaringan lan switch hub harus gigabit, kabel lan menggunakan cat5e / cat6. Rekomendasi saya kabel lan dan rj45 gunakan merk COMMSCOPE. PC Server dan PC Client juga harus support dengan gigabit. Jika persiapan sudah lengkap, kita mulai tahap-tahapnya.

1. Install Windows di PC Server

Untuk PC Server boleh menggunakan windows apa saja. Rekomendasi saya gunakan Windows Server. Pengalaman saya menggunakan Windows Server 2008 R2 di server sampai sekarang belum pernah menemukan kendala. Jangan lupa install software yang dibutuhkan saja. Karena PC Server hanya untuk manajemen sistem diskless, jadi nantinya kita tidak boleh menggunakan PC Server selain untuk update game atau maintenance.

2. Install CCBoot

Download CCBoot di situs resminya. Untuk yang trial ada 30 hari maksimal hanya bisa digunakan untuk 5 PC Client. Yang berbayar minimal harus beli lisensi untuk 10 PC Client dengan harga $100/tahun. Cukup mahal. Kalian bisa menggunakan CCBoot versi pak tani. Cara install CCBoot versi ori dan pak tani hampir sama. Yang membedakan adalah koneksi internet dan pertama kali menjalankan program CCBoot setelah instalasi selesai.
Cara install CCBoot :

  1. Download CCBoot ori di situs resmi CCBoot. Untuk versi pak tani di link CCBoot pak tani pass : www.teranetgo.com.
  2. Jalankan ccbootsetup.exe untuk mulai melakukan pemasangan CCBoot. Jika kalian menggunakan versi pak tani, matikan koneksi internet terlebih dahulu. Uncheck Install Icafemenu.
  3. Tunggu sampai proses instalasi selesai. Jika sudah selesai.
    Untuk yang menggunakan versi ori bisa langsung dijalankan dan masukkan lisensi CCBoot.
    Untuk yang menggunakan versi pak tani hilangkan centang "Launch Program" agar CCBoot tidak otomatis terbuka. Ikuti crack caranya di file .txt yang terdapat pada file zip CCBoot pak tani.

3. Konfigurasi CCBoot Server

  1. Klik Options -> General. Sesuaikan settingan dengan gambar berikut. Computer Name Prefix isi dengan nama warnet kalian.
Gambar 2 CCBoot Options
Gambar 2
  1. Klik tab DHCP Settings.
    DHCP Server IP : Isi dengan ip address PC Server.
    IP Allocated Start : Isi dengan ip address PC Client no 1.
    IP Allocated End : Isi dengan ip address PC Client no terakhir.
    IP Mask : 255.255.255.0
    IP Gateway : Isi dengan ip address modem atau mikrotik.
    DNS Address 1 : Isi dengan ip address modem atau mikrotik.
    DNS Address 2 : 8.8.8.8 / 8.8.4.4 / 1.1.1.1 (terserah mau pakai yang mana).
    Klik OK.
  2. Pada menu di sebelah kiri. Klik Disk Manager. Pastikan semua SSD nya tampil. Perhatikan typenya masih Unused. Jangan lupa untuk format semua SSD dengan 32K Allocated. Jika sudah di format akan muncul nilai 32K pada kolom cluster. Untuk urutan drive nya seperti ini :
    D: Game Disk
    E: Image Disk
    F: Writeback
  3. Pengaturan pada masing-masing SSD.
    D: Game Disk : Ram Cache isi dengan 50% dari total ram PC Server. Misal RAM PC Server 16GB, berarti isi dengan 8192. Jika RAM PC Server 8GB, isi dengan 4096. Client Drive pilih D (sesuaikan dengan dengan drive Game Disk). Klik OK.
    E: Image Disk dan F: Writeback : Ram Cache isi dengan dengan 2048. Atau isi dengan 1024 jika RAM PC Server 8GB. Klik OK.
Gambar 3 Game Disk CCBoot
Gambar 3

Gambar 4 Image Disk CCBoot
Gambar 4
  1. Sekarang hidupkan semua PC Client yang terhubung dengan PC Server. Oh iya, pastikan untuk masing-masing PC Client Boot Firstnya menggunakan LAN.
  2. Lakukan register pada masing-masing PC Client agar bisa terbaca di Client Manager CCBoot Server. Pada Client Manager hasilnya nanti seperti gambar berikut.
Gambar 5 Client Manager
Gambar 5

4. Pengaturan Client Manager

Buat folder baru di drive E: Image Disk. Beri nama terserah, misalnya Windows10. Copy windows client ke dalam folder tersebut. Windows client ini ekstensinya .vhd ya, bukan .iso. Jika kalian tidak punya windows khusus untuk Diskless silahkan download di bawah ini :
  1. Pada Image Manager. Klik kanan -> Add Image. Image Name diisi terserah. Pada Image Path masukkan file windows client yang baru saja kita copy di E: Image Disk. Klik OK.
  2. Pada Client Manager. Klik 2 kali pada salah satu pc client. Misalnya PC Client no 1. Pada Image pilih nama image yang baru saja kita buat. Pada PXE jika kalian menggunakan windows 10 untuk client pilih salah satu: gpxex.pxe, gpxe0.pxe, gpxe1.pxe. Jika kalian menggunakan windows 7 pilih gpxe.pxe. Klik OK. Lakukan hal yang sama pada PC Client yang lain.
  3. Selesai.
Hidupkan PC Client no 1 (PC Client yang sudah kita setting windowsnya dari CCBoot Server). Jika langkah-langkahnya benar, seharusnya PC Client sudah bisa melakukan booting dan masuk windows. Sampai disini sistem Diskless sudah bisa dipakai. Tinggal kita setting windows di salah satu PC Client (tweak), install microsoft office, music player, video player dsb. Untuk game tidak perlu diinstal di PC Client. Ingat, instal aplikasinya hanya di satu PC Client saja. Nanti PC Client yang lain secara otomatis akan mengikuti settingan di PC Client yang sudah kita setting barusan.

5. Pengaturan Windows Client

Ketika kita ingin melakukan tweak windows di PC Client kemudian menyimpan pengaturan. Kita harus mengaktifkan Super User di PC Client yang akan kita setting. Pada tahap ini semua PC Client harus dalam keadaan mati.
  1. Pada Client Manager. Klik kanan pada PC Client no 1. Pilih Enable Super Client kemudian centang pada nama imagenya. Klik OK. Ketika kita mengaktifkan Super User pada PC Client, akan muncul icon warna merah dengan tulisan S di sebelah kiri nama PC Client.
  2. Hidupkan PC Client yang sudah kita aktifkan Super User. Silahkan install driver, install aplikasi, tweak dsb. Jika sudah selesai, shutdown PC Client.
  3. Pada Client Manager. Klik kanan pada PC Client yang Super Usernya aktif. Pilih Disable Super Client. Pilih Yes. Tunggu sampai proses selesai.
Hidupkan semua PC Client dan sudah siap digunakan.

Tutorial ini adalah cara dasar untuk sistem diskless jika semua spesifikasi PC Client seragam. Bagaimana jika spesifikasi PC Client bermacam-macam? Kita bisa gunakan fitur Tools -> Hardware Profile jika spesifikasi yang berbeda hanya dari driver LAN atau Graphic Card. Atau gunakan 2 image jika kita memiliki Intel dan AMD.

Sampai di sini kita sudah selesai. Tinggal pasang Game Menunya. Bisa menggunakan Icafemenu atau yang lain, misalnya Playnite.