Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyebab Windows 10 Terasa Berat

Penyebab Windows 10 Terasa Berat
Penyebab Windows 10 Terasa Berat

Sebenarnya banyak penyebab kenapa windows 10 menjadi terasa berat. Tidak hanya laptop, bahkan komputer / PC kadang akan terasa berat saat menggunakan windows 10. Bisa jadi penyebabnya karena hardware di bawah minimum requirement windows 10 atau memerlukan pengaturan pada windows 10 agar terasa lebih ringan. Tapi di artikel ini kita hanya membahas dari sisi hardware saja ya. Untuk pengaturan-pengaturan pada windows akan saya bahas di artikel selanjutnya.

Sekarang kita akan bahas beberapa penyebab windows 10 menjadi lemot atau terasa berat.

1. Tempat Penyimpanan / Hardisk / SSD

Tempat penyimpanan merupakan hal pertama yang harus kita cek. Tempat penyimpanan ini bisa berupa hardisk, ssd, ataupun nvme. Pastikan tempat penyimpanan pada komputer atau laptop memiliki ruang kosong yang cukup pada bagian drive C. Setidaknya pada drive C tersebut terdapat 10% - 20% ruang kosong. Jika ruang kosong lebih dari 10% - 20% tapi windows masih terasa berat, coba cek kondisi kesehatan hardisk atau ssd. Kalian bisa mengecek kesehatan hdd atau ssd dengan menggunakan software seperti Hardisk Sentinel, Seagate Seatools dll. Jenis tempat penyimpanan juga kadang bisa menjadi penyebab. Saat menjalankan aplikasi di windows, proses akan terasa lebih lambat pada jenis hardisk ketimbang ssd.

Solusi :

  • Ukuran tempat penyimpanan drive C minimal 60 GB.
  • Jika kalian suka mendownload file atau film. Usahakan hasil downloadnya simpan di drive selain C.
  • Hanya memasang aplikasi yang dibutuhkan. Jika memang aplikasi yang dibutuhkan itu memenuhi ruang penyimpanan C, usahakan menggunakan aplikasi portable yang bisa disimpan di drive selain C.
  • Mengganti atau upgrade hardisk atau ssd.

2. Random Access Memory

Random Access Memory atau lebih dikenal dengan nama RAM menjadi salah satu penyebab windows 10 terasa berat. Fungsi dari RAM adalah sebagai tempat penyimpanan sementara. Perlu diketahui bahwa minimal RAM yang digunakan harus 4GB. Meskipun pada system requirement windows 10 bisa berjalan dengan RAM 1GB, tapi saya sarankan lebih nyaman ketika menggunakan RAM 4GB. Karena nantinya pasti kita akan menjalankan suatu aplikasi yang membutuhkan RAM 4GB. Kapasitas RAM berpengaruh pada kecepatan proses data. Semakin besar RAM yang kita gunakan, semakain cepat pula komputer menjalankan aplikasi yang kita jalankan.

Solusi :

  • Hindari menjalankan banyak aplikasi dalam waktu yang bersamaan.
  • Mengganti atau upgrade kapasitas RAM ke yang lebih besar.

3. Processor

Processor atau juga bisa disebut dengan Central Processing Unit / CPU adalah suatu perangkat keras yang merupakan otak dari sebuah komputer. Otak ini berfungsi untuk menjalankan atau memproses suatu informasi yang diperoleh dari beberapa komponen yang terpasang pada komputer. Jumlah informasi yang diproses tergantung dari berapa banyak aplikasi atau services yang sedang berjalan. Makin banyak aplikasi yang berjalan akan membuat suhu processor semakin panas dan membuat windows 10 terasa sangat lambat. Namun, banyaknya aplikasi yang sedang berjalan bukan satu-satunya penyebab suhu processor menjadi cepat panas. Penyebab yang lain adalah sirkulasi udara pada komputer tidak berjalan dengan baik, pasta processor kering, dan kipas heatsink tidak bekerja secara optimal.

Solusi :

  • Hindari menjalankan banyak aplikasi dalam waktu yang bersamaan.
  • Menambahkan fan / kipas pada komputer.
  • Mengganti pasta processor.
  • Mengganti fan heatsink.
  • Ganti atau upgrade processor.

Itulah penyebab windows 10 terasa berat dari sisi hardware yang bisa saya jelaskan. Kemungkinan faktor lain bisa disebabkan karena proses update yang sedang berjalan, aplikasi yang tidak kompatible, atau banyaknya service yang sedang berjalan di belakang layar.

Semoga Bermanfaat.